|
|
| BERANDA |
|
| ::
Presiden |
|
| :: Wakil Presiden |
|
| ::
Bank Indonesia |
|
| :: Depkeu |
|
| :: Depkes |
|
| |
|
| :: KPU |
|
| :: KPK |
|
| :: DEKIN |
|
| |
|
| :: Pelindo II |
|
| :: Telkomsel |
|
| :: Indosat |
|
| :: PLN |
|
| :: Garuda Indonesia |
|
| :: Pelni |
|
| |
|
| :: Pelindo II |
|
| :: Jasa Marga |
|
| :: Palija |
|
| :: KAI |
|
| :: BUMN |
|
| |
|
| :: BNI |
|
| :: Bank Mandiri |
|
| :: BCA |
|
| :: BRI |
|
| :: |
|
| :: Pemprov DKI Jaya |
|
| ::
Pemkab Kukar |
|
| |
| |
| |
|
|
Maarif Award 2008:
Rilis Pers 12 Februari 2008: Maarif Institute for Culture
Humanity, lembaga sosial yang didirikan oleh Prof. Dr. Ahmad Syafii
Maarif, kembali mengundang partisipasi dari berbagai kalangan untuk
menominasikan calon penerima Maarif Award 2008. Demikian Raja Juli Antoni, Dir Eksekutif MAARIF
Institute. BAKOSURTANAL
Efisiensi Dengan Teknologi Geospasial
RILIS PERS Jakarta, 21 November 2007:- Efisien, cepat, tepat dan akurat,
itulah manfaat data geospasial untuk pengambilan keputusan. Data
geospasial yang memberikan informasi tentang keruangan, sangat
bermanfaat untuk melakukan tindakan cepat dan tepat untuk penanggulangan
bencana alam.
Contohnya, bahaya banjir yang mengancam Jakarta dan sekitarnya, dapat
dievaluasi dan dikalkulasi dengan cepat jika diketahui wilayah yang
terancam, seberapa luas areanya, bagaimana dengan ketinggian daerah itu,
jumlah penduduknya, masuk ke dalam administrasi mana, dan seterusnya.
Sehingga, satgas penanggulangan bencana dapat melakukan pemodelan
melalui beberapa skenario, jika terjadi limpasan air yang dapat
menyebabkan banjir. Selanjutnya dapat dilakukan evaluasi, rencana
evakuasi, menghitung logistik yang akan diperlukan, dan seterusnya.
Begitu besarnya manfaat data geospasial, tidak hanya untuk bencana alam.
Data geospasial juga dapat digunakan untuk memecahkan masalah kemiskinan,
persebaran wabah flu burung, kemacetan lalu lintas, dan sebagainya. Jadi,
sepantasnya jika data geospasial telah menjadi kebutuhan berbagai
kalangan, baik pemerintah, swasta maupun individu.
Seiring dengan itu, teknologi geospasial pun berkembang dengan pesat.
Searah dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (ICT-Information
and Communication Technology), teknologi geospasial semakin dekat dengan
masyarakat. Tidak dipungkiri lagi, kita dapat mengetahui lokasi secara
tepat, berdasar koordinat geografis, dengan memanfaatkan teknologi GPS
(Global Positioning Systems) yang merupakan salah satu bagian dari fitur
telepon seluler.
Masyarakat pun semakin dekat dengan data geospasial melalui
fasilitas-fasilitas internet seperti Google Earth, Google Map, Microsoft
Encarta dan lainnya. Sehingga, mereka dapat mencari suatu lokasi dengan
cepat dan memiliki gambaran terhadap wilayah tersebut.
Namun, di balik itu semua ada suatu infrastruktur yang sangat besar
untuk mendukung berbagai layanan tersebut. Infrastruktur tersebut berisi
tentang data geospasial yang dibangun secara bersama-sama oleh berbagai
sektor.
BAKOSURTANAL sebagai instansi pemerintah yang bertanggung jawab
sebagai penyedia simpul jaringan informasi geospasial, berusaha
menjembatani antar berbagai sektor, dan antara penyedia dan pengguna
data geospasial. Berpijak pada Perpres 85 Tahun 2007 tentang Jaringan
Data Spasial Nasional, BAKOSURTANAL mengembangkan kerjasama dengan
berbagai instansi, baik pemerintah, industri maupun akademi.
Wujud komitmen kerjasama itu akan dapat disaksikan pada hari Rabu, 21
November 2007, di Kantor Kementerian Negara Riset dan Teknologi, Jakarta
Pusat. BAKOSURTANAL akan membuat kesepakatan dengan 3 (tiga) perguruan
tinggi, yaitu ITB (Institut Teknologi Bandung), ITS (Institut Tenologi
Sepuluh Nopember, Surabaya), dan Universitas Pakuan. Tujuan kerjasama
dengan ketiga peruguran tinggi, yaitu:
a) mengoptimalkan penerapan dan pengembangan teknologi yang diperlukan
untuk menunjang pembangunan nasional,
b) menghasilkan tenaga-tenaga ahli dalam penelitian yang memenuhi
tuntutan pembangunan nasional.
Ruang lingkup kerjasama tersebut adalah (a) pendidikan dan pelatihan,
(b) penelitian, dan (c) pengkajian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi khususnya yang terkait dengan data spasial.
Di waktu yang sama, BAKOSURTANAL juga akan menandatangani komitmen
dengan Direktorat Jenderal Sumberdaya Air Departemen PU, dan Deputi
Bidang Sistem Data dan Informasi BMG. Komitmen ini ditujukan dalam
rangka memperkuat penanganan masalah bencana alam, khususnya banjir dan
longsor yang diakibatkan oleh peningkatan curah hujan pada akhir-akhir
ini.
Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
- Ibu. Henny Lilywati, Telp. No. 021-87994762
- Bpk. Aris Poniman, Telp. No. 021-8757636 |
|
BAKOSURTANAL
RILIS PERS Jakarta, 21 November 2007:- Efisien, cepat, tepat dan akurat,
itulah manfaat data geospasial untuk pengambilan keputusan. Data
geospasial yang memberikan informasi tentang keruangan, sangat
bermanfaat untuk melakukan tindakan cepat dan tepat untuk penanggulangan
bencana alam.
Gubernur Bank Indonesia
RILIS PERS, No.9/ 37 /PSHM/Humas: Gubernur Bank Indonesia, Burhanuddin Abdullah,
dinobatkan sebagai Best Central Banker 2007 dan meraih predikat A dalam
Global Finance Central Banker Report Cards 2007. Penyerahan penghargaan
tersebut dilakukan pada hari Senin, 22 Oktober 2007 di Washington DC,
Amerika Serikat.
Pelaku Politik
OPINI: Bayangkan:
konferensi pers di ruangan besar yang resik, 11 tempat duduk di barisan
pembicara, dan 210 kursi tersedia untuk wartawan. Pertanyaan berbagai
topik muncul silih berganti dan narasumber pun bergantian menjawabnya.
Tidak ada batasan kapan temu wartawan itu akan berakhir karena pembicara
dari pemerintah atau juru bicara kementerian terikat aturan untuk
menjawab tuntas seluruh pertanyaan.
|
|