|
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Rilis Pers
Kebaktian Agung dan Rapat Musyawarah Datu Tala Ibabana SimanullangJakarta, 8 Juni 2009 Keturunan Datu Tala Ibabana Simanullang sedunia akan menyelenggarakan
Kebaktian Agung (Partangiangan Bolon) dan Rapat Musyawarah di
Simangulampe, Bakkara, Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, pada tanggal
3-4 Juli 2009.Momentum Kebaktian Agung tersebut juga akan ditandai dengan pemugaran sumber mata air Datu Tala Ibabana di Bakkara, rapat musyawarah mendirikan Yayasan Datu Tala Ibabana (Tala Foundation) dan memilih dan melantik Pengurus Punguan Datu Tala Ibabana Sedunia. Menurut Ketua Umum Panitia Pusat St. M. Manullang, MM, MBA di Jakarta (8/6) kebaktian agung tersebut dimaksudkan agar semua keturunan Datu Tala Ibabana selalu (semakin) diberkati Tuhan, hidup lebih bersatu, damai sejahtera dan berperan lebih banyak, lebih besar dan berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara, bahkan demi damai sejahtera dunia. Adapun tema Kebaktian Agung dan Rapat Musyawarah Datu Tala Ibabana ini adalah “Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama denga rukun.” (Mazmur 133:1). Dan Subtema: “Supaya kamu seiasekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.” (1 Korintus 1:10b). Kebaktian Agung akan dilakukan dengan tatacara oikumenis yang dipimpin pastor dan pendeta dari gereja-gereja yang ada di Sumatera Utara. Puncak acara Kebaktian Agung ini akan dihadiri 1.100 kepala keluara keturunan Datu Tala Ibabana dari seluruh Indonesia dan dari beberapa negara. Para perantau yang bermukim di seluruh Indonesia dan luar negeri sudah mengonfirmasi kepada panitia tentang kehadiran mereka. Sekretaris Umum Panitia Pusat Drs Ch. Robin Simanullang menjelaskan bahwa pengorganisasian dan penatalaksanaan Kebaktian Agung dan Rapat Musyawarah ini sudah dilakukan selama lebih satu tahun. Selain membentuk Panitia Pusat di Jakarta, juga dibentuk Panitia Sumatera Utara yang diketuai didampingi Penasihat Drs. Misa Simanullang (Ompu Lamboi) serta dilengkapi dengan kordinator-kordinator di setiap kabupaten. Sementara di beberapa wilayah lainnya panitia mendayagunakan punguan (organisasi kekerabatan) atau arisan keluarga Datu Tala Ibabana setempat. Kepada keturunan Datu Tala Ibabana Simanullang yang belum memperoleh undangan dapat menghubungi Panitia Pusat di Jakarta dengan telepon 021-32195353 dan 0811123576. Atau Ketua Panitia Sumatera Utara di Medan Marangkup Simanullang,SH (HP 08127031134) atau Wakil Ketua Tala Simanullang, SE (HP 081376872862). Sejarah Datu Tala Ibabana adalah cucu (generasi ketiga) dari Simanullang dan cicit (generasi keempat) dari Si Raja Oloan. Dalam dokumen asal-muasal Batak (Silsilah Si Raja Batak), Si Raja Oloan adalah generasi kelima dari Si Raja Batak. Si Raja Batak mempunyai dua anak yakni: Guru Tatea Bulan (Si Boru Baso Burning) dan Raja Isumbaon (Si Anting Haomasan). Raja Isumbaon mempunyai tiga anak yakni: Tuan Sorimangaraja, Raja Asiasi dan Sangkar Somalidang. Tuan Sorimangaraja mempunyai tiga anak yakni: Naiambaton, Nairasaon dan Naisuanon (Si Boru Sanggul Haomasan) yang juga bergelar Tuan Sorba Dibanua. Tuan Sorba Dibanua mempunyai delapan anak dari dua isteri. Lima anak dari isteri Boru Borbor (Sibagot Ni Pohan, Sipaettua, Silahisabungan, Si Raja Oloan dan Si Raja Hutalima). Tiga anak dari Boru Sibasopaet (Toga Sumba, Toga Sobu dan Naipospos). Si Raja Oloan mempunyai enam anak dari dua isteri. Dua anak dari Boru Limbong Mulana (Naibaho dan Sihotang, lahir di Pangururan, Samosir). Empat anak dari Boru Borbor (Bakkara, Sinambela, Sihite dan Simanullang, lahir di Bakkara). Toga Simanullang mempunyai tiga anak dari dua isteri yakni Tuan Delimang, Pamuharaja (Raja Panguhalan) dan Datu Napasang. Pamuharaja mempunyai empat anak yakni Juara Toba, Raja Ijolma, Datu Tala Ibabana, dan Bona ni Aek. Datu Tala Ibabana mempunyai lima anak yakni tiga lahir di Bakkara (Guru Sinanti, Datu Soulangon, Tuan Mauli); dan dua lahir di Rianiate, Samosir (Sihat Raja dan Sinta Raja). Datu Tala Ibabana, yang merupakan cucu dari Simanullang dan cicit dari Si Raja Oloan, bukan orang pertama memakai gelar sakti itu. Dari dokumen orang-orang sakti Batak dan Silsilah Si Raja Borbor, orang pertama memakai gelar Datu Tala Ibabana adalah Tuan Raja Doli, cucu dari Si Raja Borbor dan anak dari Tuan Balasahunu. Tuan Raja Doli adalah ayah dari Datu Rimbang Saudara (Datu Dalu) dan kakek dari Datu Pompang Balasaribu. Datu Pompang Balasaribu adalah kakek dari Lubis, Pasaribu, Batubara dan lain-lain. Jadi gelar Datu Tala Ibabana Simanullang sangat mungkin diwariskan dari hulahula ni Si Raja Oloan yakni keturunan Si Raja Bobor dan Tuan Raja Doli antara lain Lubis dan Pasaribu. Datu Tala Ibabana aalah seorang yang sakti, tabib dan imam pada zamannya. Dia pemimpin spiritual yang sangat dekat dengan tuhannya (Debata Mulajadi Nabolon), sesuai kepercayaan Batak kala itu. Sebagai seorang tabib dan imam, ucapan-ucapannya sangat bermakna relijius yang bisa menyembuhkan orang sakit dan membuat orang percaya dan berbakti kepada Debata Mulajadi Nabolon kala itu. Jika dipadankan dengan pengertian agama samawi (Jahudi, Kristen dan Islam), Datu Tala Ibabana bisa disebut sebagai imam, alim-ulama atau pendeta, bahkan mungkin seorang nabi atau rasul pada zamannya atau sekurang-kurangnya pemimpin doa (kebaktian) atau gembala sidang pada masa kini. Datu Tala Ibabana, dengan kesaktiannya, sering berkelana dari satu daerah ke daerah lain. Bahkan, konon, bisa berkelana dalam hitungan tahunan di negeri orang. Sehingga oleh dua orang saudaranya, Juara Toba dan Bona ni Aek, mengiranya sudah meninggal di negeri orang. Maka adiknya Bona ni Aek memasukkan ‘tagan’ (tempat tembakau) abangnya Juara Toba ke ‘hajut’ (semacam tas) isteri Datu Tala Ibabana. Hal ini dalam tradisi Batak bermakna bahwa Juara Toba dengan anggiboru-nya sudah bersehati (diabia). Padahal, tidak berapa lama kemudian, Datu Tala Ibabana kembali dari perjalanannya yang lama dan panjang. Wajar saja dia sangat kecewa dan marah mendapati isterinya diabia (dinikahi) kakak kandungnya sendiri. Abangnya Raja Ijolma, yang sejak awal masih meyakini adiknya Datu Tala bakal kembali dan tidak menyetujui langkah Juara Toba dan Bona ni Aek, bersepakat untuk hidup sepenanggungan dan tidak lagi sepenanggungan (tidak lagi marsianggoan timus) dengan Juara Toba dan Bona ni Aek. Sementara Juara Toba dan Bona ni Aek, yang tentu merasa bersalah, pergi meninggalkan Bakkara menuju perbukitan yang kemudian dikenal sebagai Pearaja-Matiti dan Huta Gurgur, di negeri yang juga kemudian dinamai Simanullang Toba. Cukup lama keturunan Pamuharaja (empat bersaudara) ini tidak lagi sepenanggungan, terbagi dua kelompok: Pomparan Raja Ijolma marpadan (bersepakat) dengan Datu Tala dan tidak bersatu lagi dengan Pomparan Juara Toba dan Bona ni Aek. Namun atas inisyatif keturunan Juara Toba dan Bona ni Aek, yang menyadari kesilapan nenek-moyangnya, diadakan pesta adat partangiangan sebagai permohonan maaf kepada saudaranya keturunan Datu Tala dan Raja Ijolma, sekitar tahun 1950-an. Uluran tangan permohonan maaf dan perdamaian ini disambut hangat keturunan Datu Tala dan Raja Ijolma, yang juga dihadiri para penetua Si Raja Oloan. Sejak itu, padan tidak lagi marsianggoan timus, diakhiri. Keturunan keempat bersaudara itu kembali bersatu sepenanggungan dalam kasih dari Tuhan. Persatuan dalam kasih ini, tidak lagi mencari siapa yang salah, tetapi lebih melihat ke depan dalam persaudaran demi kemajuan bersama. Hal ini memungkinkan terjadi, terutama setelah kekristenan telah menggantikan kepercayaan lama Batak, termasuk keturunan Pamuharaja Simanullang. Pomparan Datu Tala Ibabana yang sudah beriman (mayoritas) kepada Jesus Kristus, dan yang secara kontemporer dan kontekstual memahami eksistensi dan peran Datu Tala Ibabana pada zamannya, baik secara naluri dan akal sehat (rasional), telah terdorong untuk mengaplikasikan peran Datu Tala Ibabana itu di tengah masyarakat dalam berbagai bidang kegiatan dan profesi. Tentu tidak dalam kepercayaan (relijius dan spiritual) animisme-dinamisme kepada Debata Mulajadi Na Bolon (agama tradisi Batak), tetapi dalam kepercayaan agama samawi, terutama (mayoritas) kepercayaan Kristen. Sudah banyak pomparan Datu Tala mengambil peran yang memberi manfaat bagi sesama sebagai garam dan terang dunia dalam profesi dan kegiatan masing-masing. Salah seorang adalah Almarhum MH Manullang, yang lebih dikenal dengan gelar Tuan Manullang, seorang pejuang yang mendirikan dan memimpin suratkabar Soara Batak yang terbit 1919-1932 di bahwah naungan Hatopan Batak Kristen. Kerinduan Sesuai perkembangan zaman, ada kerinduan kiranya Pomparan Datu Tala Ibabana selalu (semakin) diberkati Tuhan, hidup lebih damai sejahtera dan berberan lebih banyak, besar dan berguna bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara, bahkan demi damai sejahtera dunia. Kerinduan ini, telah mendorong Pengurus Punguan Datu Tala Ibabana Se-Jabodetabek untuk mengajak seluruh Pomparan Datu Tala di seluruh dunia, terutama se-Indonesia, untuk bersatu hati dalam Pesta Bolon Partangiangan (Kebaktian Agung) dan Rapat Musyawarah yang akan diselenggarakan di Bakkara, Humbang, Sumatera Utara, sekitar 3-4 Juli 2009. Dalam rangkaian Kebaktian Agung ini, juga akan ditandai pemugaran mata air (Homban) Datu Tala Ibabana di Bakkara. Pemugaran homban (mata air) ini lebih bermakna tanda (bukti) sejarah yang diharapkan berguna bagi generasi muda dan generasi berikutnya dalam memahami asal-usul, eksistensi dan jati diri sebagai seorang Batak (pomparan Datu Tala Ibabana bermarga Simanullang) yang beragama (samawi) dan berbudaya di tengah pergaulan dunia modern dan mengglobal. Memahami keberadaan dan peran Datu Tala Ibabana secara kontekstual dan kontemporer sebagai seorang tokoh, tabib, ulama, rohaniawan dan pejuang pada zamannya masing-masing. Hal mana ini berkaitan dengan pembangunan sumber daya manusia. “Dalam kaitan ini diperlukan sebuah wadah yang diharapkan bisa berperan dalam pengorganisasian, pengembangan dan pendayagunaan SDM dan berbagai potensi keturunan Datu Tala Dibabana yakni dengan mendirikan Yayasan Datu Tala Ibabana,” kata Sekretaris Umum Panitia Pusat Drs. Ch. Robin Simanullang. Susunan Panitia Pusat Pesta Partangiangan Bolon (Kebaktian Agung) Pomparan Datu Tala Ibabana Simanullang Sedunia di Bakkara, Sumatera Utara, 3-4 Juli 2009 Penasihat: Pengurus Punguan Datu Tala Ibabana Se-Jabodetabek Penasihat Harian: Drs. H. Manullang (Ama Betty) Ketua Umum: St. M Manullang, MM, MBA (Ama Yulita) Sekretaris Umum: Drs. Ch. Robin Simanullang (Ompu Asasira) Sekretaris I dan II: • Maruli Simanullang (Ama Lamsihar) • Martua Manullang (Ama Cisca) Bendahara: Kol. (Purn) TM Sihombing (Ompu Tobias) Wakil Bendahara: M Sihotang (Ama Erfinna) Ketua: 1. Bidang Pemugaran Homban: Drs. Yandri Manullang, MBA (Ama Aron) 2. Bidang Dana: Sendjun H Manullang, SH, MH (Ama Juan) Anggota: Dj. Manullang (Ama Reiny) Drs. B Dharma Manullang, MSc (Ama Josua) 3. Bidang Acara dan Partangiangan: Harapan Manullang (Ama Helena) Anggota: St. SM Manullang (Ama Roy) 4. Bidang Penggalangan dan Humas Drs. D Manullang (Ama Lusiana) Anggota: Kondar Manullang (Ama Santi) Ir. Reymon Manullang (Ama Yemima) Asman H Manullang (Ama Deswany) 5. Bidang Transportasi dan Akomodasi: Ronald Manullang, SE Anggota: Tumpal C Simanullang Jakarta, 8 Juni 2009 Sekretaris Umum Panitia Pusat Partangiangan Bolon (Kebaktian Agung) Datu Tala Ibabana Sedunia. Drs. Ch. Robin Simanullang Telp: 021-32195353 E-mail: robin@tokoh.net Keterangan Foto: Acara doa memulai pemugaran mata air Datu Tala Ibabana Simanullang di Bakkara dipimpin Ketua Umum Panitia Pusat St. M. Manullang, MM, MBA dan Penasihat Panitia Sumut Drs. Misa Simanullang |
BAKOSURTANAL Efisiensi Dengan Teknologi GeospasialRILIS PERS Jakarta, 21 November 2007:- Efisien, cepat, tepat dan akurat, itulah manfaat data geospasial untuk pengambilan keputusan. Data geospasial yang memberikan informasi tentang keruangan, sangat bermanfaat untuk melakukan tindakan cepat dan tepat untuk penanggulangan bencana alam.Gubernur Bank Indonesia Raih Best Central Banker dari Global FinanceRILIS PERS, No.9/ 37 /PSHM/Humas: Gubernur Bank Indonesia, Burhanuddin Abdullah, dinobatkan sebagai Best Central Banker 2007 dan meraih predikat A dalam Global Finance Central Banker Report Cards 2007. Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan pada hari Senin, 22 Oktober 2007 di Washington DC, Amerika Serikat. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||